Luas lahan yang saya tanami cabai jenis lokal adalah 1000 m2 (0,1 Ha). Sampai saat ini umur tanaman 4,5 bulan (135 hari). Pupuk yang saya gunakan SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, GLIO, Pentana dan PESTONA. Pada saat pengolahan tanah, sebelum dibuat bedengan tanah diberi dolomit. Kemudian diberi pupuk makro (ZA, KCl, TSP) kurang lebih 25 Kg. Mengenai pemberian SUPERNASA yaitu : 3 sdm dicampur dengan air 15 liter, siramkan ke bedengan lalu di tutup dengan plastik mulsa. Baru kemudian ditanam. GLIO digunakan dengan cara dilarutkan bersama SUPERNASA dan disiramkan ke bedengan.
Setelah ditanam, saya menggunakan 40 cc POC NASA + 10 cc HORMONIK dalam 1 tangki air 15 liter, semprotkan 1 minggu sekali. Untuk pemupukan setelah tanam, selain produk pertanian NASA, saya juga menggunakan pupuk kimia, NPK 2 Kg + 40 cc POC NASA diaduk dan dicampur air sebanyak 1 ember (+ 10 liter) ambil 1 gelas larutan untuk tiap tanaman.
Guna mengatasi serangan penyakit layu tanaman saya menggunakan GLIO, caranya ; 1 sdm GLIO dicampur 15 liter air, kemudian dikocorkan ke tanaman. Untuk mengatasi serangan hama kutu saya menggunakan Pentana dan PESTONA. Pentana saya gunakan dengan 3 tutup + air 1 tangki (15 liter) disemprotkan setiap 5 hari sekali. Sedangkan PESTONA saya gunakan dengan dosis 40 cc + air 15 liter (1 tangki) disemprotkan seminggu sekali.
Sampai dengan saat ini saya telah menggunakan produk NASA antara lain : POC NASA 2 botol, HORMONIK 2 botol, SUPERNASA 2 botol, GLIO 1 pack, Pentana 1 botol dan PESTONA 1 botol. Keuntungan
setelah menggunakan produk NASA diantaranya : 1) Pengolahan tanah mudah, 2) Tanah menjadi subur, 3) Pertumbuhan tanaman lebih cepat, 4) Buah dapat dipanen hingga ujung tanaman.
Keuntungan lainnya adalah dari tinggi tanaman. Tinggi tanaman cabai sebelum menggunakan produk NASA hanya 100 cm (1 meter), tetapi setelah saya menggunakan produk NASA tingginya rata-rata 175 cm bahkan ada yang tingginya mencapai 196 cm (hampir 2 meter). Setelah menggunakan produk NASA warna hijau daun lebih tahan lama dan bukan itu saja penggunaan pupuk makro (kimia) lebih sedikit (Biaya dapat ditekan).
Untuk lahan seluas 0,1 Ha ini saya sudah panen sebanyak 5 kali dan akan masih terus panen. Perincian hasil 5 kali panen yaitu : Panen 1 = 1 Kg, Panen 2 = 3 Kg, Panen 3 = 15 Kg, Panen 4 = 30 Kg dan Panen 5 = 50 Kg. Hasil produksi yang menggunakan produk NASA lebih tinggi dibandingkan yang tidak menggunakan produk NASA. Dari segi ekonomi setelah menggunakan produk NASA lebih menguntungkan karena dapat menekan biaya pengeluaran hingga mencapai 50%. Pesan saya kepada petani di Indonesia agar menggunakan produk-produk NASA, karena sudah terbukti hasilnya bagus dan menguntungkan.
Mulhenry Maruhun
Jorong Pasir Lawe, Kanagarian Pasir Lawe,
Kec. Palopo, Kab. Agam, Sumatera Barat
Sabtu, 28 Juli 2012
Berbuah Terus Tak Kenal Musim Sepanjang Tahun
Kenal pertama kali produk pertanian NASA dari tetangga saya. Luas lahan tanaman kakao milik saya 0,25 Ha lebih. Umur tanaman kakao 7 tahun. Produk yang saya gunakan adalah Power Nutrition, SUPERNASA, HORMONIK, PESTONA dan AERO 810. Cara penggunaan produk yakni : 2 botol SuperNASA + 1 botol Power Nutrition dicampurkan kedalam 400 liter air. Ambil 1 liter larutan tersebut untuk setiap 1 pohon, dan semuanya bias digunakan untuk 400 pohon.
Untuk pengendalian hama yang saya gunakan adalah 30 cc PESTONA + 10 cc HORMONIK + 30 cc AERO 810 dilarutkan dalam 15 liter air (1 tangki). Dengan perlakuan tersebut hama-hama yang biasa menyerang tanaman kakao bisa ditekan dan dikendalikan.
Sebenarnya produk-produk NASA dan pupuk makro kimia (NPK) sudah saya gunakan sejak 2 tahun lalu, namun setelah menginjak 1 tahun, saya sudah tidak lagi menggunakan pupuk makro kimia (Urea, TSP, Kcl atau NPK). Namun begitu aturan pakai standar perusahaan dari perusahaan menyarankan semestinya masih harus menggunakan pupuk makro walau harus dikurangi.
Banyak manfaat setelah saya menggunakan produk pertanian NASA sebagai contoh saja interval panen kakao sebelum menggunakan produk NASA setahun hanya 5 kali panen sudah habis. Setelah menggunakan produk NASA hampir tiap minggu sepanjang tahun panen terus menerus tanpa henti. (Bahkan setiap 3 hari sekali panen 25 Kg keriang siap jual).
Selain itu kelebihan/keuntungan produk NASA diantaranya : 1) Buah kakao tidak pernah berhenti berbuah seperti tidak kenal musim, sepanjang tahun terus menerus. 2) Helopeltis (hama penyakit tanaman kakao) bisa ditekan/dikendalikan dengan menggunakan PESTONA hingga mencapai 60% (Serangan hama penyakit berbahaya sudah tidak dapat dikendalikan lagi dengan pestisida kimia, selain itu juga tanaman menjadi tidak sehat). 3) Untuk serangan penggerek batang kakao juga bisa dikendalikan dengan menggunakan PESTONA + HORMONIK + AERO 810. 4) Setelah menggunakan Poer
Nutrition dan SUPERNASA, panen kakao dapat terus menerus tidak mengenal musim. Kesimpulan akhir saya, bahwa saya merasa bangga setelah menggunakan produk-produk NASA karena tanaman kakao yang terkena hama dan penyakit sehat kembali dan hasil lebih melimpah. Terima Kasih NASA ...!!!!
Asep (Petani Kakao)
Kampung Kertasari, Desa Sinar Baru
Kec. Sukoharjo, Kab. Tanggamus, Lampung
Untuk pengendalian hama yang saya gunakan adalah 30 cc PESTONA + 10 cc HORMONIK + 30 cc AERO 810 dilarutkan dalam 15 liter air (1 tangki). Dengan perlakuan tersebut hama-hama yang biasa menyerang tanaman kakao bisa ditekan dan dikendalikan.
Sebenarnya produk-produk NASA dan pupuk makro kimia (NPK) sudah saya gunakan sejak 2 tahun lalu, namun setelah menginjak 1 tahun, saya sudah tidak lagi menggunakan pupuk makro kimia (Urea, TSP, Kcl atau NPK). Namun begitu aturan pakai standar perusahaan dari perusahaan menyarankan semestinya masih harus menggunakan pupuk makro walau harus dikurangi.
Banyak manfaat setelah saya menggunakan produk pertanian NASA sebagai contoh saja interval panen kakao sebelum menggunakan produk NASA setahun hanya 5 kali panen sudah habis. Setelah menggunakan produk NASA hampir tiap minggu sepanjang tahun panen terus menerus tanpa henti. (Bahkan setiap 3 hari sekali panen 25 Kg keriang siap jual).
Selain itu kelebihan/keuntungan produk NASA diantaranya : 1) Buah kakao tidak pernah berhenti berbuah seperti tidak kenal musim, sepanjang tahun terus menerus. 2) Helopeltis (hama penyakit tanaman kakao) bisa ditekan/dikendalikan dengan menggunakan PESTONA hingga mencapai 60% (Serangan hama penyakit berbahaya sudah tidak dapat dikendalikan lagi dengan pestisida kimia, selain itu juga tanaman menjadi tidak sehat). 3) Untuk serangan penggerek batang kakao juga bisa dikendalikan dengan menggunakan PESTONA + HORMONIK + AERO 810. 4) Setelah menggunakan Poer
Nutrition dan SUPERNASA, panen kakao dapat terus menerus tidak mengenal musim. Kesimpulan akhir saya, bahwa saya merasa bangga setelah menggunakan produk-produk NASA karena tanaman kakao yang terkena hama dan penyakit sehat kembali dan hasil lebih melimpah. Terima Kasih NASA ...!!!!
Asep (Petani Kakao)
Kampung Kertasari, Desa Sinar Baru
Kec. Sukoharjo, Kab. Tanggamus, Lampung
Tanaman Padi Tumbuh Dengan Sehat
Saya menanam padi dengan luas lahan 2 Ha. Jenis padi yang saya tanam varietas IR 64, saat ini umur tanaman mencapai 44 hari. Dalam budidaya padi ini saya menggunakan produk pertanian NASA seperti; POC NASA, Super NASA, PESTONA, Hormonik dan AERO 810. Selain itu saya juga menggunakan pupuk makro (kimia) pada saat pengolahan tanah ; Urea 75 Kg/Ha, SP 36 sebanyak 50 Kg/Ha, KCl sebanyak 75 Kg/Ha, dan Kapur Dolomit sebanyak 250 Kg/Ha. Untuk pemupukan susulan I (umur 20 hari) saya berikan Urea sebanyak 50 Kg/Ha, dan susulan II (umur 35 hari) Urea juga sebanyak 50 Kg/Ha. Penggunaan Super NASA saya sebagai pupuk dasar dengan 5 botol ( 2,5 Kg) /Ha. Caranya adalah Super NASA dicampur Urea, SP 36 dan KCl (dosis seperti diatas) tanpa menggunakan air, lalu ditaburkan pada saat 1 hari sebelum tanam. Selain itu, produk NASA yang lain digunakan dengan cara disemprotkan, dilakukan pada Penyemprotan ke-1 (masa pemeliharaan umur 15 hari setelah tanam) ; 3 tutup POC NASA + 2 tutup PESTONA dalam 1 tangki 15 liter air. Penyemprotan ke-2, pada umur 30 hari setelah tanam dengan 4 tutup POC NASA+ 2 tutup Hormonik + 4 tutup PESTONA + 0,5 tutup AERO 810 dalam tangki air 15 liter. Penyemprotan ke-3, saya lakukan pada umur 45 hari setelah tanam yakni 6 tutup POC NASA + 2 tutup Hormonik, +6 tutup PESTONA + 0,5 tutup AERO dalam tangki 15 liter air.
Setelah menggunakan produk NASA tanaman padi tumbuh lebih bagus. Jumlah anakan semakin banyak, sebelum menggunakan produk NASA anakan padi maksimal jumlahnya 30 anakan, setelah menggunakan produk NASA mencapai 55 - 75 anakan. Sangat LUAR BIASA …….!!!!.
Selain itu pula daun padi lebih hijau, segar dan lebih lebar, berbeda dengan dahulu sebelum menggunakan produk NASA dimana pada saat itu daunnya hijau kekuningan. Tanaman padi yang telah menggunakan produk NASA ini, pertumbuhan lebih cepat, tanah dilahan sawah juga lebih gembur. Sebagai gambaran, bahwa kondisi tanah di kawasan Tenggarong ini memiliki tanah yang ber PH rendah (dibawah 5), ditandai dengan tanah yang berwarna kuning kecoklatan seperti berkarat, jadi kurang subur. Perbandingan tanaman padi dari segi pertumbuhan dengan yang tidak menggunakan produk NASA (seperti lahan sebelah) jauh sekali, dimana lahan sebelah tanaman kurus, banyak malai artinya ada indikasi tanaman stress, tanah tidak subur dan jumlah anakan lebih sedikit (19 - 30 anakan). Dari segi serangan hama penyakit, setelah menggunakan PESTONA, serangan hama sundep dan penyakit tanaman jauh berkurang. Tambahan biaya menggunakan produk NASA untuk luas 1 Ha sebesar Rp. 1.258.000,-
Berkaitan hasil panen, sebelum menggunakan produk NASA produksi rata-rata 5 ton/Ha (anakan 19 - 30). Setelah menggunakan produk NASA, jika rata-rata 60 anakan saja maka produksi diperkirakan mencapai 8-10 tan/Ha. Maka dapat diprediksikan hasil panen minimal 1 Ha ; ada peningkatan hasil minimal 3 ton. Tambahan pendapatan minimal = 3 ton x Rp. 2000 (harga 1 Kg gabah) = Rp. 6.000.000,-. Maka ada tambahan keuntungan minimal = Rp. 6.000.000 Rp. 1.258.000 = Rp. 4.742.000,-. Tambahan keuntungan itu adalah tambahan keuntungan minimal (panen 8 ton), keuntungan masih akan meningkat diprediksikan panen bisa mencapai 10 ton.
Sungguh senang, setelah saya menggunakan produk NASA, karena pertumbuhan tanaman padi menjadi luar biasa bagus, hasilnya pun pasti meningkat berlipat.
Zukran (Petani Padi “Tadah Hujanâ€)
Desa Rapak Lambor, Kec. Tenggarong,
Kab. Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur
Setelah menggunakan produk NASA tanaman padi tumbuh lebih bagus. Jumlah anakan semakin banyak, sebelum menggunakan produk NASA anakan padi maksimal jumlahnya 30 anakan, setelah menggunakan produk NASA mencapai 55 - 75 anakan. Sangat LUAR BIASA …….!!!!.
Selain itu pula daun padi lebih hijau, segar dan lebih lebar, berbeda dengan dahulu sebelum menggunakan produk NASA dimana pada saat itu daunnya hijau kekuningan. Tanaman padi yang telah menggunakan produk NASA ini, pertumbuhan lebih cepat, tanah dilahan sawah juga lebih gembur. Sebagai gambaran, bahwa kondisi tanah di kawasan Tenggarong ini memiliki tanah yang ber PH rendah (dibawah 5), ditandai dengan tanah yang berwarna kuning kecoklatan seperti berkarat, jadi kurang subur. Perbandingan tanaman padi dari segi pertumbuhan dengan yang tidak menggunakan produk NASA (seperti lahan sebelah) jauh sekali, dimana lahan sebelah tanaman kurus, banyak malai artinya ada indikasi tanaman stress, tanah tidak subur dan jumlah anakan lebih sedikit (19 - 30 anakan). Dari segi serangan hama penyakit, setelah menggunakan PESTONA, serangan hama sundep dan penyakit tanaman jauh berkurang. Tambahan biaya menggunakan produk NASA untuk luas 1 Ha sebesar Rp. 1.258.000,-
Berkaitan hasil panen, sebelum menggunakan produk NASA produksi rata-rata 5 ton/Ha (anakan 19 - 30). Setelah menggunakan produk NASA, jika rata-rata 60 anakan saja maka produksi diperkirakan mencapai 8-10 tan/Ha. Maka dapat diprediksikan hasil panen minimal 1 Ha ; ada peningkatan hasil minimal 3 ton. Tambahan pendapatan minimal = 3 ton x Rp. 2000 (harga 1 Kg gabah) = Rp. 6.000.000,-. Maka ada tambahan keuntungan minimal = Rp. 6.000.000 Rp. 1.258.000 = Rp. 4.742.000,-. Tambahan keuntungan itu adalah tambahan keuntungan minimal (panen 8 ton), keuntungan masih akan meningkat diprediksikan panen bisa mencapai 10 ton.
Sungguh senang, setelah saya menggunakan produk NASA, karena pertumbuhan tanaman padi menjadi luar biasa bagus, hasilnya pun pasti meningkat berlipat.
Zukran (Petani Padi “Tadah Hujanâ€)
Desa Rapak Lambor, Kec. Tenggarong,
Kab. Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur
KERONTOKAN BUAH & BUNGA SANGAT KECIL
Pertumbuhan tanaman yang subur dan sehat merupakan harapan Bp. Sukemi yang telah lama berkecimpung dalam hal bertanam cabai. Awalnya ia hanya sekedar mencoba produk pertanian PT. NASA seperti POC NASA dan Hormonik. Bp. Sukemi mulai menggunakan POC NASA dan Hormonik ketika tanamannya menginjak usia 15 hari dan dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan pertama yang terdiri dari ZA, KCl dan TSP. Pemberian POC NASA dan Hormonik dilakukan dengan cara disemprotkan pada tanaman. Dosis yang diberikan : POC NASA 40 cc + Hormonik 10 cc dicampur dengan air 14 liter. Perlakuan yang sama dilakukan pada usia tanaman 30 hari, 45 hari, 60 hari sampai dengan sekarang menginjak umur 70 hari, dengan ketinggian tanaman mencapai 1,5 meter - 2 meter.
Menurut pengakuannya, ia sangat senang melihat tanaman cabainya tumbuh dengan sehat dan subur. Pertumbuhan tanaman yang cepat, daun yang hijau segar, buah dan bakal bunga yang semakin hari semakin banyak dan lebat, dan yang paling menggembirakan dirinya adalah persentase daya rontoknya kecil sekali pada buah dan bunganya. Padahal diakuinya, dulu sebelum menggunakan produk pertanian PT. NASA persentase rontoknya buah dan bunga mencapai 25% hingga 30%, selain itu juga tanaman tidak begitu sehat dan subur. “Produk Pertanian PT. NASA memang terbukti mampu menyuburkan dan memberi efek positif pada tanaman cabaiâ€, ujarnya mengakhiri.
Menurut pengakuannya, ia sangat senang melihat tanaman cabainya tumbuh dengan sehat dan subur. Pertumbuhan tanaman yang cepat, daun yang hijau segar, buah dan bakal bunga yang semakin hari semakin banyak dan lebat, dan yang paling menggembirakan dirinya adalah persentase daya rontoknya kecil sekali pada buah dan bunganya. Padahal diakuinya, dulu sebelum menggunakan produk pertanian PT. NASA persentase rontoknya buah dan bunga mencapai 25% hingga 30%, selain itu juga tanaman tidak begitu sehat dan subur. “Produk Pertanian PT. NASA memang terbukti mampu menyuburkan dan memberi efek positif pada tanaman cabaiâ€, ujarnya mengakhiri.
Produksi Jeruk meningkat dari 2,5 ton menjadi 3,5 ton setelah menggunakan Produk Nasa
Subandrio (Petani Jeruk) Desa Jrakah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Hamparan tanaman jeruk milik Bapak Subandrio menyejukkan mata bagi siapa saja yang memandangnya. Tampak buah jeruk yang besar-besar terlihat segar dan membuat hari senang untuk segera memetiknya. Ya … itulah sekelumit gambaran lahan jeruk milik Bapak Subandrio yang telah menggunakan produk-produk pertanian NASA. Saat team NASA menyambanginya ia tersenyum bahagia dan menyambut team NASA dengan gembira. Dirinya mempersilahkan team NASA untuk melihat sendiri tanaman jeruknya.
“Luas lahan yang saya tanami jeruk ini sekitar 2000 m2 (125 ubin) dengan jumlah tanaman jeruk 350 batang dan umur jeruk sampai saat ini kira-kira 3 tahun,”Ungkapnya. Ia juga menjelaskan beberapa produk NASA yang telah digunakannya diantaranya POC NASA, Hormonik, Super NASA, Power Nutrition dan PESTONA. Cara aplikasi, masih menurutnya, yaitu Super NASA 4 sendok makan ditambah Power Nutrition juga 4 sendok makan ditambah dengan NPK 1 Kg yang semuanya dicampur dalam 1 ember air, kemudian campuran tersebut diaplikasikan 2 gelas per pohon dengan interval 6 bulan sekali. Perlakuan ini ia lakukan baru 1 kali. “Sedangkan untuk aplikasi berikutnya POC NASA 4 tutup botol ditambah Hormonik 1 tutup botol ditambah PESTONA 2 tutup botol dilarutkan dalam tangki air 15 liter disemprotkan merata tiap seminggu sekali,”Jelasnya lebih lanjut.
Menurut dirinya, banyak manfaat setelah menggunakan produk NASA karena pertumbuhan tanaman jauh lebih baik dari sebelum ia menggunakan produk NASA, apalagi jika dibandingkan dengan tanaman jeruk milik tetangga, tanaman saya pertumbuhannya jauh lebih baik, akunya. “Setelah menggunakan produk NASA, daun-daun lebih baik dan besar, dalam jangka waktu 1 bulan saja bunga sudah pada keluar, bunga juga tidak rontok artinya jadi semua,”Ucapnya girang. Selain itu ia juga mengemukakan keuntungan yang lain seperti buahnya banyak dan merata, daun subur, pertumbuhan tanaman lebih sehat serta rasanya jadi lebih manis. Sedangkan tanaman yang tidak menggunakan produk NASA batangnya lebih kecil, buahnya juga jarang, ukuran buahnyapun lebih kecil serta daun kuning dan pertumbuhan tanamannya kurang subur.
“Perkiraan hasil panen (pemetikan) nanti sekitar 3,5 Ton, padahal biasanya hanya mendapatkan berkisar antara 2-2,5 ton. Jadi ada selisih tambahan 1 ton setelah menggunakan produk NASA ini,”Ujarnya bangga. Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa harga jeruk Rp. 4000/Kg, jadi kalau dihitung maka ada peningkatan hasil produksi jeruk 1 Ton x Rp. 4000 = Rp. 4.000.000,- Luar Biasa …..!!!!.
Selain itu ia juga menerangkan mengenai penggunaan pupuk makro NPK setelah menggunakan produk NASA menjadi lebih irit dengan adanya pengurangan 50 – 70%. Dulu biasanya menggunakan 2 kwintal sekarang minimal 1 kwintal, jika harga 1 Kg NPK adalah Rp. 525,- maka ada penghematan 100 Kg (1kwintal) x Rp.525 = Rp. 525.000,- sedangkan biaya pembelian produk NASA hanya sekitar Rp. 200.000 saja. Jadi sangat menguntungkan dan tentunya juga Irit bukan ..!!
Saat team NASA melakukan wawancara dan perbincangannya dengan Bapak Subandrio di lahan jeruk tersebut juga nampak beberapa tetangga lahan jeruk yang ikut menyaksikan disertai dengan rasa terkagumg-kagum. Mereka selalu ingin bertanya pada Subandrio, pakai apa kok tanaman jeruknya bisa tumbuh bagus dan buahnya besar-besar. Bapak Subandrio hanya tersenyum sambil menjawab kepada mereka bahwa dirinya menggunakan produk-produk pertanian NASA sambil menunjukkan beberapa produk NASA yang telah dipakainya.
Yang lebih menggembirakan lagi, disitu juga hadir salah seorang pengepul yang sudah biasa mengambil hasil panen (petik) jeruk di daerah sekitar Jrakah. Bapak Yusuf, biasanya ia dipanggil, sampai terkagum-kagum dengan tanaman milik Bapak Subandrio. Bahkan ia berani memastikan petik (panen) jeruk yang ada dilahan seluas 2000 m2 itu akan menghasilkan paling sedikit 5 ton. Padahal Bapak Subandrio sendiri hanya berani memperkirakan 3,5 ton saja. LUAR BIASA ....!!!. Jadi terbukti sudah bahwa produk-produk NASA memang sangat bagus digunakan terutama untuk tanaman jeruk, karena halm ini telah diakui oleh tetangga lahan Subandrio yang rata-rata mereka adalah para petani jeruk, bahkan pengepul jeruk pun mengakuinya.
Oleh karena diakhir perbincangannya dengan team NASA, Bapak Subandrio berpesan kepada seluruh petani jeruk khususnya dimana saja, agar selalu menggunakan produk NASA karena ia sudah merasakan sendiri peningkatan hasilnya dan selain itu tenah pertaniannya pun semakin subur. NASA memang OKE …!!!
Hamparan tanaman jeruk milik Bapak Subandrio menyejukkan mata bagi siapa saja yang memandangnya. Tampak buah jeruk yang besar-besar terlihat segar dan membuat hari senang untuk segera memetiknya. Ya … itulah sekelumit gambaran lahan jeruk milik Bapak Subandrio yang telah menggunakan produk-produk pertanian NASA. Saat team NASA menyambanginya ia tersenyum bahagia dan menyambut team NASA dengan gembira. Dirinya mempersilahkan team NASA untuk melihat sendiri tanaman jeruknya.
“Luas lahan yang saya tanami jeruk ini sekitar 2000 m2 (125 ubin) dengan jumlah tanaman jeruk 350 batang dan umur jeruk sampai saat ini kira-kira 3 tahun,”Ungkapnya. Ia juga menjelaskan beberapa produk NASA yang telah digunakannya diantaranya POC NASA, Hormonik, Super NASA, Power Nutrition dan PESTONA. Cara aplikasi, masih menurutnya, yaitu Super NASA 4 sendok makan ditambah Power Nutrition juga 4 sendok makan ditambah dengan NPK 1 Kg yang semuanya dicampur dalam 1 ember air, kemudian campuran tersebut diaplikasikan 2 gelas per pohon dengan interval 6 bulan sekali. Perlakuan ini ia lakukan baru 1 kali. “Sedangkan untuk aplikasi berikutnya POC NASA 4 tutup botol ditambah Hormonik 1 tutup botol ditambah PESTONA 2 tutup botol dilarutkan dalam tangki air 15 liter disemprotkan merata tiap seminggu sekali,”Jelasnya lebih lanjut.
Menurut dirinya, banyak manfaat setelah menggunakan produk NASA karena pertumbuhan tanaman jauh lebih baik dari sebelum ia menggunakan produk NASA, apalagi jika dibandingkan dengan tanaman jeruk milik tetangga, tanaman saya pertumbuhannya jauh lebih baik, akunya. “Setelah menggunakan produk NASA, daun-daun lebih baik dan besar, dalam jangka waktu 1 bulan saja bunga sudah pada keluar, bunga juga tidak rontok artinya jadi semua,”Ucapnya girang. Selain itu ia juga mengemukakan keuntungan yang lain seperti buahnya banyak dan merata, daun subur, pertumbuhan tanaman lebih sehat serta rasanya jadi lebih manis. Sedangkan tanaman yang tidak menggunakan produk NASA batangnya lebih kecil, buahnya juga jarang, ukuran buahnyapun lebih kecil serta daun kuning dan pertumbuhan tanamannya kurang subur.
“Perkiraan hasil panen (pemetikan) nanti sekitar 3,5 Ton, padahal biasanya hanya mendapatkan berkisar antara 2-2,5 ton. Jadi ada selisih tambahan 1 ton setelah menggunakan produk NASA ini,”Ujarnya bangga. Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa harga jeruk Rp. 4000/Kg, jadi kalau dihitung maka ada peningkatan hasil produksi jeruk 1 Ton x Rp. 4000 = Rp. 4.000.000,- Luar Biasa …..!!!!.
Selain itu ia juga menerangkan mengenai penggunaan pupuk makro NPK setelah menggunakan produk NASA menjadi lebih irit dengan adanya pengurangan 50 – 70%. Dulu biasanya menggunakan 2 kwintal sekarang minimal 1 kwintal, jika harga 1 Kg NPK adalah Rp. 525,- maka ada penghematan 100 Kg (1kwintal) x Rp.525 = Rp. 525.000,- sedangkan biaya pembelian produk NASA hanya sekitar Rp. 200.000 saja. Jadi sangat menguntungkan dan tentunya juga Irit bukan ..!!
Saat team NASA melakukan wawancara dan perbincangannya dengan Bapak Subandrio di lahan jeruk tersebut juga nampak beberapa tetangga lahan jeruk yang ikut menyaksikan disertai dengan rasa terkagumg-kagum. Mereka selalu ingin bertanya pada Subandrio, pakai apa kok tanaman jeruknya bisa tumbuh bagus dan buahnya besar-besar. Bapak Subandrio hanya tersenyum sambil menjawab kepada mereka bahwa dirinya menggunakan produk-produk pertanian NASA sambil menunjukkan beberapa produk NASA yang telah dipakainya.
Yang lebih menggembirakan lagi, disitu juga hadir salah seorang pengepul yang sudah biasa mengambil hasil panen (petik) jeruk di daerah sekitar Jrakah. Bapak Yusuf, biasanya ia dipanggil, sampai terkagum-kagum dengan tanaman milik Bapak Subandrio. Bahkan ia berani memastikan petik (panen) jeruk yang ada dilahan seluas 2000 m2 itu akan menghasilkan paling sedikit 5 ton. Padahal Bapak Subandrio sendiri hanya berani memperkirakan 3,5 ton saja. LUAR BIASA ....!!!. Jadi terbukti sudah bahwa produk-produk NASA memang sangat bagus digunakan terutama untuk tanaman jeruk, karena halm ini telah diakui oleh tetangga lahan Subandrio yang rata-rata mereka adalah para petani jeruk, bahkan pengepul jeruk pun mengakuinya.
Oleh karena diakhir perbincangannya dengan team NASA, Bapak Subandrio berpesan kepada seluruh petani jeruk khususnya dimana saja, agar selalu menggunakan produk NASA karena ia sudah merasakan sendiri peningkatan hasilnya dan selain itu tenah pertaniannya pun semakin subur. NASA memang OKE …!!!
KESAKSIAN NILAM DI KLATEN, JAWA TENGAH
LAPORAN APLIKASI PRODUK NASA
PADA PEMBIBITAN NILAM
PADA PEMBIBITAN NILAM
Nama Pemilik : Joko Sarwoko ( Sentra Pembibitan Nilam Aceh
’ BERKAH DAUN ’ )
Lokasi : Dsn. Wukiran, Ds. Jomboran, Kec. Jomboran
Klaten Tengah – Jawa Tengah
’ BERKAH DAUN ’ )
Lokasi : Dsn. Wukiran, Ds. Jomboran, Kec. Jomboran
Klaten Tengah – Jawa Tengah
Cara dan Waktu Aplikasi :
1. Bibit setelah dipotong ± 25 cm direndam dalam air 10 liter yang diberi 5 cc/setengah
tutup HORMONIK, selama ± 1 menit, basahi semua bagian tanaman.
2. Setelah direndam 1 menit, kemudian bibit ditanam ke polibag kecil.
3. Setelah umur tanaman 1 minggu di polibag, bibit disemprot POC NASA dengan dosis
5 cc/setengah tutup POC NASA pada 5 – 8 liter air.
4. Penyemprotan POC NASA dilakukan pada umur mulai 1 minggu – 1 bulan dengan
interval 1 minggu.
PERBANDINGAN TANAMAN
YANG MEMAKAI DAN TIDAK MEMAKAI PRODUK NASA
| Parameter | PAKAI NASA | TANPA NASA |
| Prosentasi Hidup | 90 % | 20 % |
| Pertumbuhan | SERAGAM | TIDAK SERAGAM |
| Umur Dipanen | 1 bulan | 1,5 bulan |
| Serangan Jamur | sedikit | banyak serangan |
| Kekuatan Batang dan Daun | kuat dan tidak mudah rontok | lentur, mudah patah dan rontok |
Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :
1. Kualitas benih/bibit ( Genetis tanaman )
2. Iklim ( Curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll.)
3. Tingkat kesehatan tanaman ( Pengaruh Hama dan Penyakit )
4. Tingkat kesuburan tanah
5. Pemupukan ( tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll )
6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.
KESAKSIAN TANAMAN BUAH NAGA DI KULONPROGO
LAPORAN APLIKASI PRODUK NASA
PADA TANAMAN BUAH NAGA
Nama pemilik kebun : Bp. Kasijo
Alamat : Ds. Trisik, Kel. Banaran - Galur
Kab. Kulon Progo, Propinsi DIJ
Jumlah tanaman buah naga : 250 tiang X 4 tanaman per tiang = 1000 tanaman
Umur tanaman : 16 bulan
Produk NASA yang dipakai : POC NASA, AERO 810, Hormonik
Dosis penggunaan Produk NASA : 3 tutup POC NASA + 1 tutup
HORMONIK + 2 tutup Aero
Cara Aplikasi : Produk NASA dimasukkan ke tangki semprot lalu dilakukan Penyemprotan ke pada jam 07.00 – 11.00 pagi
Peningkatan Hasil Pemakaian Produk NASA :
| Paremeter | Sebelum Pakai NASA | Setelah Pakai NASA |
| Daun | Kuning seperti layu | hijau, kuat dan segar |
| Buah | tiap kg berisi 4-5 buah | tiap kg berisi 2-3 buah |
| Produksi | 2,5 kwintal per panen | 3 kwintal per panen |
Analisis ekonomi :
Harga Buah Naga jenis merah Rp. 40.000/kg, dan harga buah naga putih Rp. 20.000-25.000 /kg.
Tambahan biaya Rp. 150.000,00 (pembelian produk NASA) mendapatkan tambahan hasil :
- Peningkatan hasil panen 50 kg X harga buah Rp. 20.000 (diambil dari harga terendah) = Rp. 1.000.000,00
- Dikurangi pembeliah produk NASA Rp. 850.000,00 per panen.
- Peningkatan keuntungan bersih per panen Rp. 850.000,00
Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan Produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :
1. Kualitas benih/ bibit (genetis tanaman)
2. Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll)
3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
4. Tingkat kesuburan tanah.
5. Pemupukan (tepat jenis,tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
6. Sisrem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.
KESAKSIAN TANAMAN KELAPA SAWIT DI LAMPUNG (KEBUN LISA)
LAPORAN APLIKASI PRODUK NASA
PADA TANAMAN KELAPA SAWIT
Nama manager Kebun Kelapa Sawit : Bp Purnomo
Pelaksana kebun : P.Toyo
Lokasi Kebun : Kebun Lisa, Ds Wirabangun, Kec Simpang
Pematang, Kab.Tulang Bawang -Lampung
Total Luas Kebun : 48 Ha
Luas Pengambilan sampel/Treatmen : 48 Ha
Jenis Bibit : Marihat dan asal Bakri Brothers
Umur Bibit : -
Umur Tanaman : 6-8 tahun
Produk Nasa yang digunakan : POC NASA, POWER NUTRITION,
HORMONIK, dan AERO 810
PADA TANAMAN KELAPA SAWIT
Nama manager Kebun Kelapa Sawit : Bp Purnomo
Pelaksana kebun : P.Toyo
Lokasi Kebun : Kebun Lisa, Ds Wirabangun, Kec Simpang
Pematang, Kab.Tulang Bawang -Lampung
Total Luas Kebun : 48 Ha
Luas Pengambilan sampel/Treatmen : 48 Ha
Jenis Bibit : Marihat dan asal Bakri Brothers
Umur Bibit : -
Umur Tanaman : 6-8 tahun
Produk Nasa yang digunakan : POC NASA, POWER NUTRITION,
HORMONIK, dan AERO 810
Cara dan waktu aplikasi :
1. 1 botol POWER NUTRITION (500 gr) dicampur 20 ltr air + 60 ttp POC NASA + 1 botol
HORMONIK + 2 ttp AERO 810 untuk 20 tanaman dengan interval 1 tahun sekali.
2. Penggunaan pupuk makro NPK 1 tahun sekali.
HORMONIK + 2 ttp AERO 810 untuk 20 tanaman dengan interval 1 tahun sekali.
2. Penggunaan pupuk makro NPK 1 tahun sekali.
Perbandingan sawit sebelum dan sesudah pakai produk NASA
| Paremeter | Sebelum Pakai NASA | Setelah Pakai NASA |
| 1. Pemakaian Pupuk Makro | 340-400 kg/ha | 175 kg/ha |
| 2. Waktu Pembentukan buah sampai Panen | 5 bulan | 4,5 bulan |
| 3. Berat Janjang Rata-rata | 8 kg | 17 kg |
| 4. Potongan Pabrik | 12-17% dari tonase | 3-4 % dari tonase |
| 4.304 kg |
Analisis ekonomi :
Tambahan keuntungan diperoleh dari :
1. Pengurangan pupuk makro hingga 50%.
2. Peningkatan produksi sebesar 4.304 kg X Rp. 1400,00 = Rp. 6.025.600,00 per hektar
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :
- Kualitas benih/bibit (genetis tanaman).
- Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll).
- Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
- Tingkat kesuburan tanah.
- Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
- Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.
KESAKSIAN TANAMAN KARET DARI KALIMANTAN SELATAN
LAPORAN APLIKASI PRODUK NASA
PADA TANAMAN KARET
Nama petani : Bp. Rauf dan Bp. Sutrisno
Alamat : Dsn. Sidomukti, Desa Sebuhur, Trans 150,
Kec. Jorong, Kab. Tanah Laut,
Propinsi Kalimantan Selatan
Luas lahan : 1 hektar
Jumlah Tanaman : 500 batang
Luas lahan dengan perlakuan NASA : 1 Ha
Jenis Bibit : PR, IR, PB
Umur tanaman : 7 tahun
Pupuk yang digunakan :
Sebelum pakai NASA ( 1 ha ) / 4 bln Setelah pakai NASA ( 1 ha ) / 4 bln
Urea : 2,5 kuintal NPK Phonska : 0,5 kuintal
TSP : 0,5 kuintal SUPERNASA : 500 gr 2 botol
KCl : 0,5 kuintal HORMONIK : 1 botol
Total biaya pupuk makro : Rp. 520.000,00 Total biaya pupuk+produk NASA : Rp.297.500,00
Cara dan waktu aplikasi Pemupukan dengan Produk NASA :
1. NPK 20 gelas + 20 sdm SUPERNASA + 1 sdm HORMONIK + 60 liter air.
2. Kocorkan ke piringan tanaman sebanyak 1 liter per batang
Perbandingan hasil yang didapat setelah pakai NASA
| Paremeter | Sebelum Pakai NASA | Setelah Pakai NASA |
| 1. Kondisi Daun | Kekuningan | Hijau segar |
| 2. Kondisi Kulit Batang | Keras | Lunak |
| 3. Kondisi Tanah | Keras | Gembur |
| 4. Produksi Getah | 90-100 kg/bulan | 446 kg/bulan |
| 5. Pendapatan per bulan | 1.240.000/ha/bulan | 4.005.200/ha/bulan |
Analisis ekonomi :
Peningkatan pendapatan diperoleh dari :
Penambahan produk NASA yaitu SUPERNASA dan HORMONIK senilai Rp 297.500,- meningkatkan pendapatan 70% ( Rp. 2.765.200 ha/bln)
Penghematan biaya pemupukan sebesar Rp. 222.500/ha/4 bln
Total peningkatan keuntungan dengan Produk NASA = Rp. 2.987.700,00 per hektar per bulan.
Total peningkatan keuntungan dengan Produk NASA = Rp. 2.987.700,00 per hektar per bulan.
Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat
dipengaruhi oleh :
1. Kualitas benih/bibit (genetis tanaman)
2. Iklim (curah hujan,air,sinar matahari, kelembaban, suhu dll).
3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman)
4. Tingkat kesuburan tanah.
5. Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis,tepat waktu, tepat sasaran)
6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.
dipengaruhi oleh :
1. Kualitas benih/bibit (genetis tanaman)
2. Iklim (curah hujan,air,sinar matahari, kelembaban, suhu dll).
3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman)
4. Tingkat kesuburan tanah.
5. Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis,tepat waktu, tepat sasaran)
6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.
KESAKSIAN TANAMAN KAKAO DI TANGGAMUS, LAMPUNG
LAPORAN APLIKASI PRODUK NASA
PADA TANAMAN KAKAO
Nama Pemilik Kakao : Bp Hendro
Lokasi Kebun : Desa Sinar Baru Kec. Sukohardjo,
Kab. Tanggamus, Propinsi Lampung
Luas Kebun : 2.500 m 2
Jumlah Tanaman : 260 pohon
Umur Tanaman : 7- 8 tahun
Produk NASA yang digunakan : 9 botol SUPERNASA
Cara dan waktu aplikasi :
Satu botol SUPERNASA @ 500 gr dicampur 13 liter air sebagai larutan induk, kemudian diambil gayung larutan induk ditambah air secukupnya ( + ) untuk 10 tanaman disiram merata ke pohon untuk 130 pohon atau 200 pohon
SUPERNASA diberikan interval sebulan sekali selama 3 bulan selanjutnya 3-4 bulan sekali
Aplikasi diberikan mulai Juni 2005 sampai Maret 2006
Pupuk Makro tidak digunakan setelah pakai Produk NASA
SUPERNASA diberikan interval sebulan sekali selama 3 bulan selanjutnya 3-4 bulan sekali
Aplikasi diberikan mulai Juni 2005 sampai Maret 2006
Pupuk Makro tidak digunakan setelah pakai Produk NASA
Perbandingan produksi antara kebun yang pakai NASA dengan yang tidak pakai NASA :
| Paremeter | Pakai NASA | Tidak Pakai NASA |
| 1. Kondisi Daun dan buah | Hijau segar, buah banyak | Kekuningan, sedikit |
| 2. Kondisi Tanah | Gembur | Keras |
| 3. Pemakaian Pupuk Makro | Tidak Pakai Lagi | Masih Pakai |
| 4. Serangan Heliopeltis | Berkurang | Masih ada |
| 5. Produksi Buah | Meningkat (tidak kenal musim) | Sedikit |
| 6. Bobot dan Kadar Air | Rendah | Tinggi |
| 7. Hasil panen dan Harga Jual Kering | 300 kg, harga 8.500/kg | 150 kg, harga 8.000/kg |
Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :
1. Kualitas benih/bibit (genetis tanaman).
2. Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll).
3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
4. Tingkat kesuburan tanah.
5. Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.
KESAKSIAN TANAMAN PADI DI SLEMAN YOGYAKARTA
KESAKSIAN PRODUK NASA
PADA TANAMAN PADI
Nama Petani : Bp Tondo, Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki
Lokasi Kebun : Desa Salakan, Trihanggo, Sleman, Jogjakarta
Luas Tanaman :1 Ha
Jenis Padi : Cihereng
Sistem Tanam : Sistem Jajar Legowo 6 : 1, jarak tanam 24 x 20
Produk Nasa yang digunakan : SUPERNASA, POWER NUTRITION, GREENSTAR
PESTONA, NATURAL GLIO
Cara dan waktu aplikasi :
Pemupukan I menggunakan 18 botol ( @ 250 gr / btl ) SUPERNASA dicampur dengan pupuk 100 kg Urea dan 200 Phonska ditambah 10 pak Natural GLIO pada umur 15 – 20 hari setelah tanam
Pemupukan II menggunakan 6 botol ( @ 250 gr/btl )SUPERNASA dan 6 botol ( @ 500 gr/btl ) POWER NUTRITION dicampur dengan 50 Urea dan 100 kg Phonska pada umur 40 – 50 hari setelah tanam
Penyemprotan 1 sachet GREESNTAR + 10 tutup PESTONA per tangki pada umur 20 dan 40 hari setelah tanam
Analisa Ekonomi per 0,5 HA
Produk NASA yang dipakai
SUPERNASA, POWERNUTRITION, GREENSTAR,GLIO,PESTONA
senilai Rp 600.000,00
Hasil Produksi pakai NASA 5,7 ton sedangkan yang tidak pakai 4 ton
Selisih Produksi 3,5 ton/setengah hektar
Harga Gabah 100.000/kwintal
Peningkatan Hasil Jual Gabah 3.500.000 (87.5%)
Peningkatan Keuntungan 3.500.000 – 600.000
2.900.000,- per setengah hektar
Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :
1. Kualitas benih/bibit (genetis tanaman).
2. Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll).
3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
4. Tingkat kesuburan tanah.
5. Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.
PADA TANAMAN PADI
Nama Petani : Bp Tondo, Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki
Lokasi Kebun : Desa Salakan, Trihanggo, Sleman, Jogjakarta
Luas Tanaman :1 Ha
Jenis Padi : Cihereng
Sistem Tanam : Sistem Jajar Legowo 6 : 1, jarak tanam 24 x 20
Produk Nasa yang digunakan : SUPERNASA, POWER NUTRITION, GREENSTAR
PESTONA, NATURAL GLIO
Cara dan waktu aplikasi :
Pemupukan I menggunakan 18 botol ( @ 250 gr / btl ) SUPERNASA dicampur dengan pupuk 100 kg Urea dan 200 Phonska ditambah 10 pak Natural GLIO pada umur 15 – 20 hari setelah tanam
Pemupukan II menggunakan 6 botol ( @ 250 gr/btl )SUPERNASA dan 6 botol ( @ 500 gr/btl ) POWER NUTRITION dicampur dengan 50 Urea dan 100 kg Phonska pada umur 40 – 50 hari setelah tanam
Penyemprotan 1 sachet GREESNTAR + 10 tutup PESTONA per tangki pada umur 20 dan 40 hari setelah tanam
Perbandingan yang pakai NASA dengan yang tidak pakai NASA :
| Parameter | Pakai NASA | Tidak Pakai NASA |
| Vegetatif Daun | Tebal, lebar dan hijau mengkilat | Tipis dan kecil-kecil |
| Jumlah Anakan | 30 | 18-20 |
| Serangan Penyakit | Berkurang | Masih Banyak |
| Jumlah Bulir per Malai | 260 | 150-200 |
| Kualitas Gabah | Lebih berbobot dan bernas | Kurang bernas |
| Total Produksi | 10,4 ton | 8 ton |
Analisa Ekonomi per 0,5 HA
| Jenis Kegiatan | Pakai NASA | Tidak Pakai NASA |
| 1. Sewa Lahan | 3.000.000 | 3.000.000 |
| 2. Benih, olah lahan | 1.125.000 | 1.125.000 |
| 3. Pupuk Urea | 150.000 | 150.000 |
| 4. Pupuk Phonska | 210.000 | 210.000 |
| 5. Produk NASA | 2.620.000 | - |
| 6. Total Biaya | 5.085.000 | 4.485.000 |
Produk NASA yang dipakai
SUPERNASA, POWERNUTRITION, GREENSTAR,GLIO,PESTONA
senilai Rp 600.000,00
Hasil Produksi pakai NASA 5,7 ton sedangkan yang tidak pakai 4 ton
Selisih Produksi 3,5 ton/setengah hektar
Harga Gabah 100.000/kwintal
Peningkatan Hasil Jual Gabah 3.500.000 (87.5%)
Peningkatan Keuntungan 3.500.000 – 600.000
2.900.000,- per setengah hektar
Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :
1. Kualitas benih/bibit (genetis tanaman).
2. Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll).
3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
4. Tingkat kesuburan tanah.
5. Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.
KESAKSIAN TANAMAN JERUK DI PURWOREJO
Nama : Bp. Subandrio
Luas : 2000 m2
Jumlah pohon : 250 pohon
Umur : 3 tahun
Produk NASA : SPR – POC NASA – HORMONIk – POWER N
Cara Penggunaan :
- SPR + POWER N + NPK = 4 sendok : 4 sendok : 1 kg dicampur 1 ember kurang lebih 10 liter air kemudian siramkan 2 gelas ( 500 ml ) per pohon setiap 6 bulan sekali
- POC NASA + HRN + PESTONA = 4 : 1 : 5-7 tutup per tangki tiap bulan
Perbandingan hasil yang didapat setelah pakai NASA
| Paremeter | Tidak Pakai NASA | Pakai NASA |
| 1. Kondisi Daun | Lemas, warna kuning | Tebal warna hijau |
| 2. Waktu Penyerbukan | Seperti biasa | Lebih cepat 1 bulan |
| 3. Kondisi Bunga | Banyak yang rontok | Yang rontok sedikit |
| 4. Produksi Buah | 2 - 2,5 ton/2000 m2 | 3,5 - 5 ton/2000m2 |
| 5. Rasa Buah | Kurang Manis | Manis |
| 6. Hama Penyakit | Banyak | Sedikit |
Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat
dipengaruhi oleh :
dipengaruhi oleh :
1. Kualitas benih/bibit (genetis tanaman)
2. Iklim (curah hujan,air,sinar matahari, kelembaban, suhu dll).
3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman)
4. Tingkat kesuburan tanah.
5. Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis,tepat waktu, tepat sasaran)
6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.
KESAKSIAN TANAMAN SEMANGKA DI PROBOLINGGO
Nama Petani : Bp Saeful
Lokasi Kebun : Desa Karanggeger, Kec. Pejarakan, Kab. Probolinggo, Jatim
Luas Tanaman : 0,4 Ha ( 4.000 m2)
Jenis semangka : Sun Flower
Umur Tanaman : 50 hari
Jumlah Populasi : 6.000 tanaman
Produk Nasa yang digunakan : POC NASA, HORMONIK
Cara dan waktu aplikasi :
- Penyemprotan 4 tututp POC NASA dicampur 1 tutup HORMONIK per tangki setiap 1-2 minggu sekali
- Pupuk Makro menggunakan ZA, TSP dan KCl total 4-5 kwintal
Perbandingan yang pakai NASA dengan yang tidak pakai NASA :
| Paremeter | Pakai NASA | Tidak Pakai NASA |
| 1. Pertumbuhan tanaman | Cepat, proses pengawinan lebih awal | Pertumbuhan lambat |
| 2. Kondisi Batang | Lebih tinggi dan kokoh | Pendek, batang lembek |
| 3. Serangan Hama Penyakit | Lebih tahan, daum hijau bertahan lebih lama | Kurang tahan terhadap Hama Penyakit |
| 4. Ukuran Buah, Hasil Panen | Besar-besar, 25 - 30 ton/4000 m2 | Kecil-kecil, 15 ton/4000 m2 |
| 5. Peningkatan Hasil Panen | 75% | - |
| 6. Pupuk NPK | 4 - 5 kwintal | 7 kwintal |
Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :
- Kualitas benih/bibit (genetis tanaman).
- Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll).
- Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
- Tingkat kesuburan tanah.
- Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
- Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.
KESAKSIAN TANAMAN KENTANG DI PROBOLINGGO
Data Petani
- Nama Petani : Bp Yunus
- Lokasi Kebun : Desa Bremi, Krucil, Probolinggo, Jatim
- Luas Tanaman : 1Ha
- Jenis Kentang : Granula jerman Lokal
- Umur Tanaman : 75 hari
- Produk Nasa yang digunakan : GLIO, POC NASA, HORMONIK
Cara dan waktu aplikasi
- Penyemprotan 1 botol POC NASA dicampur dalam 1 drum ukuran 200 liter disemprotkan pada umur 25 dan 35 hari setelah tanam, kemudian pada umur 45 hari ditambah 1 botol HORMONIK
- Pupuk Dasar diberikan sebelum tanam dengan menggunakan ZA = 300 kg, SP-36 = 300 kg dan KCl= 400 kg
- Pada umur 1 bulan dipupuk 500 kg ZA
Perbandingan yang pakai NASA dengan yang tidak pakai NASA
| Parameter | Pakai NASA | Tidak Pakai NASA |
| 1. Vegetatif Daun | Tebal, lebar, hijau mengkilat | Tipis, kecil dan kekuningan |
| 2. Kondisi Batang | Tinggi, kokoh | Pendek, agak lembek |
| 3. Tingkat Kematian | 1% setelah pakai GLIO | Lebih dari 5% |
| 4. Ukuran dan Warna Umbi | Besar, kuning cerah | Lebih kecil, kuning kusam |
| 5. Bobot per Pohon | Rata-rata 800 g | Rata-rata 500 g |
| 6. Kualitas Umbi | Lebih bernas | Kurang bernas |
| 7. Total Produksi | 24 ton/ha | 15 ton/ha |
Analisis Ekonomi Per Hektar
- Selisih Hasil Panen 9 ton
- Harga Kentang Rp. 2.000,00/kg
- Peningkatan hasil jual 9.000 X Rp. 2.000,00 = Rp. 18.000.000,00
- Pembelian Produk NASA (harga konsumen) berupa 7 botol POC NASA = 217.000, 3 botol HORMONIK = 78.000, 1 GLIO = 25.500
- Jumlah pembelian Produk NASA = Rp. 320.500,00
- Peningkatan keuntungan bersih dengan memakai Produk NASA Rp. 17.679.500,00
Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :
- Kualitas benih/bibit (genetis tanaman).
- Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll).
- Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
- Tingkat kesuburan tanah.
- Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
- Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.
Jumat, 27 Juli 2012
SERBUK BERAS MERAH NATURAL
SBMN Berasal dari beras merah pilihan yang berkualitas. Diolah secara higienis dengan pengawasan mutu yang ketat. Serbuk Beras Merah Natural (SBMN) mengandung serat, protein, lemak, karbohidrat, vitamin A, B, B komplek dan E, mineral, enzim serta tidak mengandung bahan pengawet sehingga dapat disajikan sebagai minuman kesehatan alami.
Mengapa kita perlu mengkonsumsi Serbuk Beras Merah Natural ?
SBMN mengandung serat yang cukup tinggi, serat dalam lambung akan berubah menjadi gel yang dapat memperlambat penyerapan makanan dari lambung ke dalam darah/ ke usus kecil. Karbohidrat diisap secara perlahan-lahan ke dalam aliran darah hingga tubuh tidak cepat merasa lapar dan energi dapat bertahan lebih lama serta kadar gula dalam darah menjadi rendah sehingga SBMN cocok untuk diet (penderita obesitas/kegemukan), penderita maag, dan diabetes (kencing manis). Serat SBMN juga baik untuk mengurangi Kolesterol dan kemungkinan penyempitan pembuluh darah.
SBMN baik untuk mengurangi resiko batu ginjal (kandungan mineral magnesium), membantu mengatasi Imsomnia (kandungan mineral Calsium), mengurangi resiko serangan jantung mendadak dan epilepsi ( kandungan mineral Mangaan), membantu menormalkan Darah Tinggi & Anemia/kurang darah (kandungan mineral Zat Besi). SBMN juga mengandung karbohidrat, lemak dan protein yang dibutuhkan tubuh.
Manfaat lain Serbuk Beras Merah Natural ( SBMN):
Untuk orang yang kondisi tubuhnya lemah atau sering sakit-sakitan
Untuk orang lanjut usia yang mengalami penurunan fisik
Untuk anak dalam masa pertumbuhan
Membantu proses pencernaan dalam tubuh dan mencegah sembelit
Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh terhadap penyakit
Membersihkan kotoran/racun ringan dalam usus besar
Membantu penyembuhan wasir
SBMN cocok untuk anak-anak sampai dengan orang lanjut usia. SBMN adalah makanan kesehatan berkualitas untuk membantu menjaga kesehatan keluarga Anda.
INDEX Brosur
info dan pemesanan
call/sms :081328848153
Pinbb:327b8b5f
LECITHIN & NEO-LECITHIN
NATURAL LECITHIN dan NEO LCT merupakan suplemen kesehatan alami yang berasal dari olahan kacang kedelai ( Soy bean ) yang dikenal bebas kolesterol. NATURAL LECITHIN dan NEO LCT kaya akan kandungan zat-zat gizi yang essensial bagi tubuh. Lecithin adalah unsur dasar penyusun jaringan sel organ tubuh manusia, merupakan salah satu komponen yang berfungsi dalam pembentukan dan aktivitas berbagai hormon dalam tubuh, pembentukan membran sel, selain itu juga mengandung antioksidan yang sangat baik untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Kekurangan Lecithin dalam tubuh akan menyebabkan penurunan fungsi organ - organ vital manusia yang kemudian diikuti timbulnya berbagai penyakit degeneratif.
Penggunaan NATURAL LECITHIN dan NEO LCT secara rutin dapat meningkatkan imunitas dalam tubuh, menanggulangi kolesterol, membantu mengatasi batu empedu, melindungi kardiovaskuler, membantu penderita diabetes, asam urat, impotensi, membuat awet muda, serta meningkatkan dan memperbaiki penurunan/kerusakan fungsi ginjal, jantung, hati, limpa, empedu, dll. Khusus NATURAL LECITHIN dapat digunakan ( di oleskan) untuk membantu memperbaiki kondisi kulit bekas luka (luka bakar, keloid, tersayat, dll)
NATURAL LECITHIN dan NEO LCT sangat bermanfaat dan perlu digunakan untuk membantu proses penyembuhan bagi orang - orang yang sedang mengalami sakit. Dalam kondisi tubuh yang sehat NATURAL LECITHIN dan NEO LCT sangat baik digunakan untuk mendukung terpeliharanya kesehatan, menjaga kebugaran, vitalitas tubuh dan mencegah penuaan dini.
CARA PENGGUNAAN:
-Menjaga kondisi tubuh 2 x 1 hari @ 1 sdm atau 1 kapsul
-Masa penyembuhan 3 x 1 hari @ 1 sdm atau 1 kapsul
-Sakit kronis 3 x 1 hari @ 2 sdm atau 2 kapsul
-Anak-anak 2 x 1 hari @ 1 sdt atau 1 kapsul
Untuk pagi dan siang di minum sebelum makan
Untuk malam hari sebaiknya diminum sebelum tidur.
Catatan :
- 1 sendok makan NATURAL LECITHIN setara 1 kapsul NEO LCT.
info dan pemesanan:
call/sms : 081328848153
Pinbb: 327b8b5f
Langganan:
Postingan (Atom)

